bagaimanan tentang bloger saya?

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Blogroll

Blogger templates

Blogger news

Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Saat Bekerja

Menurut OSHA atau Occupational Safety and Health Administration, pesonal protective equipment atau alat pelindung diri (APD) didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya (hazards) di tempat kerja, baik yang bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik dan lainnya.
Dalam hirarki hazard control atau pengendalian bahaya, penggunaan alat pelindung diri merupakan metode pengendali bahaya paling akhir. Artinya, sebelum memutuskan untuk menggunakan APD, metode-metode lain harus dilalui terlebih dahulu, dengan melakukan upaya optimal agar bahaya atau hazard bisa dihilangkan atau paling tidak dikurangi.
  
Alat pelindung diri diklasifikasikan berdasarkan target organ tubuh yang berpotensi terkena resiko dari bahaya.MataSumber bahaya: cipratan bahan kimia atau logam cair, debu, katalis powder, proyektil, gas, uap dan radiasi.APD: safety spectacles, goggle, faceshield, welding shield.TelingaSumber bahaya: suara dengan tingkat kebisingan lebih dari 85 dB.APD: ear plug, ear muff, canal caps.
KepalaSumber bahaya: tertimpa benda jatuh, terbentur benda keras, rambut terlilit benda berputar.APD: helmet, bump caps.PernapasanSumber bahaya: debu, uap, gas, kekurangan oksigen (oxygen defiency).
APD: respirator, breathing apparatus Tubuh Sumber bahaya: temperatur ekstrim, cuaca buruk, cipratan bahan kimia atau logam cair, semburan dari tekanan yang bocor, penetrasi benda tajam, dust terkontaminasi.,APD: boiler suits, chemical suits, vest, apron, full body suit, jacket.Tangan dan Lengan
Sumber bahaya: temperatur ekstrim, benda tajam, tertimpa benda berat, sengatan listrik, bahan kimia, infeksi kulit APD: sarung tangan (gloves), armlets, mitts.Kaki
                                                    
Selanjutnya, sebelum memutuskan jenis alat pelindung diri yang harus kita gunakan, lakukan terlebih dahulu hazard identification (identifikasi bahaya) dan risk assessment atau penilaian resiko dari suatu pekerjaan, proses atau aktifitas. Tinjau ulang setiap aspek dari pekerjaan, agar potensi bahaya bisa kita identifikasi. Jangan memutuskan hanya berdasarkan perkiraan.[WJ/industrikimia.com]
    

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

read comments